Minggu, 14 Oktober 2012

Mengikuti Budaya Asing : Trend atau kebodohan masyarakat ?



Sekarang ini banyak dari masyarakat Indonesia sedang mengalami “demam k-pop”. Bahkan bila ada acara atau event-event yang berunsur korea pasti acara itu ramai diminati oleh sebagian masyarakat. Sampai-sampai banyak dari kelompok-kelompok masyarakat yang segaja berkumpul di suatu tempat lalu mereka menirukan salah satu gerakan yang saat ini sedang fenomenal yaitu “Gangnam Style”. Mereka berkumpul lalu menirukan gerakan itu secara bersama-sama di depan umum lalu mendokumentasikan acara yang mereka lakukan dan mempostingnya ke dunia maya. Bahkan sampai ada kelompok masyarakat yang sengaja menggelar acara itu untuk mendapatkan rekor atau penghargaan dari salah satu badan atau organisasi tinggi di negara ini.

Jujur saya prihatin terhadap apa yang saat ini sedang terjadi di kehidupan masyarakat Indonesia. Mereka senang dan juga bangga dapat menarikan atau menguasai budaya luar negeri. Namun hanya sedikit dari mereka yang dapat menguasai budaya dari negara mereka sendiri. Bahkan mengenalnya pun belum tentu mereka tau. Saya akui, saya juga menyukai lagu dan drama-drama korea. Tapi saya tidak mau larut bahkan menjadi “k-popers” sejati”. Maksudnya adalah mencari tau tentang budaya, makanan, pakaian tradisional bahkan kebiasaan masyarakat dari suatu negara. Sedangkan mereka tidak mengenal budaya yang dimiliki oleh negara mereka sendiri yaitu Indonesia. Dimana kebudayaan yang dimiliki negara ini sangat berlimpah. Bahkan negara-negara lain pun takjub dan iri atas keragaman budaya yang dimiliki oleh bangsa ini. Sebagian dari masyarakat justru bangga dan menjadikan budaya luar menjadi bagian dari pola hidupnya. Tidakkah mereka tau kalau mereka sebenarnya sedang di tertawakan oleh orang-orang yang saat ini sedang mengincar budaya yang dimiliki negara ini ?

Kadang terpintas dalam benak saya, kalau saya melihat orang yang senang makanan korea atau makanan dari negara luar dibanding makanan asli yang dimiliki bangsa ini, atau orang yang sedang menarikan tarian atau mempelajari tarian dari negara lain sampai menjadikan tarian itu sebagai salah satu dari jati dirinya.  Saya ingin bertanya kepada mereka, jika budaya yang dimiliki oleh negara ini di ambil, apakah mereka masih peduli ? atau bersikap acuh dan sepenuhnya menyalahkan pemerintah ? kalau itu yang mereka lakukan, mereka tidak berhak untuk marah atau menyalahkan pemerintah. Bahkan menurut saya mereka tidak pantas untuk menjadi warga negara Indonesia. 

Sekian artikel yang saya buat, saya mohon maaf bila ada yang tersinggung atas artikel yang saya buat ini.Terima Kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar